Arsip Kategori: Berita

Informasi Lowongan Rekrutment Petugas Kesehatan Haji / TKHI 2014

Jakarta, 5 Januari 2014.
Tahapan rekrutmen petugas kesehatan haji Indonesia tahun 2014 menggunakan aplikasi online agar lengkap, praktis dan memudahkan semua pihak. Peminat akan melalui 10 (sepuluh) tahapan rekrutmen, meliputi: (1).Pembuatan akun peminat, (2).Pengambilan nomor formulir (NF), (3).Pemberkasan (cetak NR, kelengkapan berkas) dan pengiriman ke PO BOX, (4).Seleksi Potensi dan Adminitrasi,  (5).Nominasi Peserta dan Pemeriksaan Psikometri, (6). Nominasi Peserta Latih, (7). Pelatihan Kompetensi, (8). Pelatihan Integrasi, (9).Penetapan sebagai petugas, (10). Pengerahan/Penugasan.
Masing-masing tahapan dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
  1. Pembuatan Akun Peminat. Setiap peminat diharuskan memiliki AKUN peminat dan hanya boleh memiliki SATU. Pembuatan akun dapat dilakukan sepanjang tahun, dan sudah dimulai sejak tanggal 31 Desember 2013. Setiap peminat diharuskan menuliskan data awal, untuk kemudian diberikan respon via email secara otomatis oleh sistem. Pastikan setiap data yang dicantumkan pada data awal adalah benar dan lengkap. Silakan cek di inBox, spam ataupun bulk-mail. Pada format isian diberikan keterangan cara pengisian. Nama yang dicantumkan adalah nama lengkap tanpa gelar sebanyak 3 (tiga) kata, dan bukan singkatan. Bagi peminat dengan nama kurang dari 3 kata, maka cantumkan nama ayah maupun kakek (tidak perlu disebutkan kata bin/binti). Ketentuan penulisan nama menyesuaikan kebutuhan nama dalam paspor yang diharuskan oleh Kerajaan Arab Saudi dalam rangka penerbitan visa. Lengkapi seluruh permintaan data dalam akun. Data tersebut akan menjadi sumber data dalam pengisian formulir untuk registrasi.
  2. Pengambilan Nomor Formulir. Pengambilan formulir akan dibuka dalam rentang waktu tertentu, keputusan Tim Rekrutmen. Peminat dapat mengambil nomor formulir untuk satu jenis tugas pada suatu tahun tertentu. Pengambilan nomor formulir dapat dilakukan untuk 2  dari 3 kesempatan rekrutmen dalam kurun 3 tahun berjalan.
  3. Pemberkasan (NR) dan Pengiriman ke PO BOX. Setelah mengambil NF untuk tahun 2014, maka data dalam AKUN akan digunakan untuk isian formulir. Setelah diteliti bahwa seluruh data telah lengkap dan benar, maka lakukan langkah (submit, dan) cetak pengajuan registrasi. Berkas pengajuan tersebut diberikan nomor registrasi, disingkat NR. Nomor Registrasi (NR) ini akan digunakan untuk kebutuhan tahapan selanjutnya, antara lain: presensi elektronik, recall data, nominasi, pengumuman, dan sebagainya. Pengajuan registrasi dilengkapi dengan berkas persyaratan. Pengiriman ke PO BOX yang telah ditentukan, yang akan dicetak otomatis oleh sistem untuk mencegah kemungkinan salah tulis alamat. Setiap berkas dikirimkan masing-masing, tidak dibenarkan pengiriman secara kolektif atau dikirimkan ke alamat lain. Kekurangan berkas setelah dilakukan seleksi administrasi dapat dilengkapi sesuai konfirmasi melalui email yang dicantumkan dalam data akun.
  4. Seleksi Potensi dan Administrasi. Seleksi potensi akan dilakukan dalam bentuk ujian tertulis dan praktik, baik secara online ataupun off-line. Seleksi potensi dilakukan sesuai pilihan jenis tugas dan kemampuan dasar yang dipersyaratkan. Seleksi administrasi dilakukan terhadap seluruh berkas yang dikirimkan. Berkas yang tidak lengkap dapat dikoreksi oleh peminat dengan pengiriman susulan sebanyak satu kali kesempatan. Adapun berkas tidak lengkap yang tidak dilengkapi oleh peminat dan berkas tidak valid, akan dinyatakan gugur (invalid). Peminat yang telah melengkapi berkas sesuai ketentuan, dinyatakan sebagai pendaftar VALID.
  5. Nominasi Peserta dan Pemeriksaan Psikometri.
  6. Nominasi Peserta Latih.
  7. Pelatihan Kompetensi.
  8. Pembekalan Integrasi.
  9. Penetapan Petugas Kesehatan Haji.
  10. Pengerahan/Penugasan Petugas.  
Untuk proses kemajuan setiap tahapan dan rentang waktunya, Sekretariat Rekrutmen PKHI, dhi Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI akan memberikan informasi resmi. Penyelenggaraan proses rekrutmen, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Setiap data yang diberikan, insyaAllah dijaga secara maksimal. Harap kepada peminat untuk tidak memberikan akses masuk AKUN (user-name dan password) kepada orang lain. Kerugian oleh penyalahgunaan akses AKUN atau salah isian menjadi tanggungjawab peminat. Mari Wujudkan Kepemerintahan Yang Bersih, Akuntabel dan Terbebas dari Praktik Korupsi. Semoga Indonesia menjadi Negri Yang Baik dan Makmur, serta selalu mendapatkan Ampunan ALLAH SWT. Artikel: ME; 5/1/2014.
info lengkap di : www.puskeshaji.depkes.go.id
Iklan

Digaji Rp 2,7 Juta, Pemerintah Buka Pendaftaran Bidan PTT Terhitung Mulai Tanggal 1 Oktober

Pemerintah membuka pendaftaran bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2013, untuk ditempatkan di desa, termasuk desa sangat terpencil.
Mereka yang berminat dapat mendaftar dan mengikuti seleksi di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai dengan alokasi kebutuhan bidan sebagai PTT yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, dengan menyerahkan berkas lamaran.
Pemerintah tidak memungut biaya apapun dalam pengangkatan bidan PTT ini. “Kementerian Kesehatan mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati adanya kemungkinan pungutan oleh oknum yang mengatasnamakan Kemkes,” bunyi pengumuman itu.
Pemerintah juga tidak memberikan biaya penempatan bagi bidan yang dinyatakan lulus. Sedang gaji dan insentif bruto sebesar Rp 2.700.000 belum dikurangi pajak penghasilan.
Dalam pengumuman Kementerian Kesehatan disebutkan, para bidan PTT yang direkrut itu akan dialokasikan untuk seluruh provinsi di tanah air, kecuali Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Persyaratan administrasi:
1.Warga Negara Indonesia (WNI).
2.Surat permohonan yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan melalui Kepala Biro
Kepegawaian diatas kertas bermaterai dengan menyebutkan kriteria desa sesuai kebutuhan
kabupaten/kota peminatan.
3.Fotokopi ijazah pendidikan Bidan yang telah disahkan/dilegalisir oleh pejabat yang
berwenang.
4.Surat Tanda Registrasi Bidan (STRB).
5.Surat pernyataan yang ditandatangani diatas kertas bermaterai, yang menerangkan bahwa:
a.Tidak terikat kontrak kerja dengan instansi pemerintah maupun swasta
b.Tidak mengikuti pendidikan formal (melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi) selama bertugas sebagai PTT.
c.Bersedia bertugas di desa penugasan sesuai kriteria dan lama penugasan sebagaimana
ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pengangkatan Bidan sebagai
Pegawai Tidak Tetap
d.Bersedia tidak pindah selama masa penugasan pertama (3 tahun).
e.Dalam keadaan sehat dan bersedia tidak hamil pada tahun pertama penugasan.
6.Daftar Riwayat Hidup (DRH).
7.Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah yang memiliki Surat Izin Praktek
(WID/Kemenkes/ES)

Pendaftaran CPNS Dibuka 1-28 September, Ini Jadwal Lengkapnya!

Pendaftaran seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum akan dibuka mulai 1-28 September 2013.
Seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (22/8/2013), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Surat Edaran Nomor: SE/10/M.PAN-RB/08/2013 tertanggal 21 Agustus 2013, mengirimkan jadwal pelaksanaan seleksi CPNS dari Tenaga Honorer Kategori II dan Pelamar Umum.
Surat Edaran yang ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah itu diantaranya berisi:
1. Jadwal pelaksanaan seleksi CPNS dari tenaga honorer K-II (gaji/pendapatan tidak bersumber dari APBN/APBD.
2. Jadwal pelaksanaan seleksi CPNS dari Pelamar Umum dengan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK).
3. Jadwal pelaksanaan seleksi CPNS dari Pelamar Umum dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
4. Spesifikasi materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS dari Pelamar Umum sebagai bahan untuk melaksanakan proses pelelangan dalam rangka penggandaan oleh instansi pelaksana (K/L, Provinsi, Kabupaten/Kota).

Pelamar Umum
Sebagaimana diketahui, dalam seleksi CPNS tahun 2013 ini digunakan dua sistem, yaitu untuk Kementerian/Lembaga (K/L) Pusat dan daerah-daerah yang sudah ada Kantor Regional (Kanreg) Badan Kepegawaian Negara (BKN), yakni 12 daerah, menggunakan sistem CAT, sedangkan instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang tidak ada Kanreg BKN menggunakan sistem LJK.
Berikut jadwal Pelaksanaan Seleksi CNPNS dari pelamar umum dengan sistem LJK sesuai Surat Edaran Menteri PAN-RB itu yaitu:
Penerimaan, pendaftaran pelamar dan seleksi administrasi CPNS dari pelamar umum yang menggunakan LJK dan CAT adalah tanggal 1-28 September 2013.
Pelaksanaan TKD pelamar umum dengan sistem CAT adalah 29 September–November, sedangkan pelaksanaan TKD pelamar umum dengan sistem LJK adalah 3 November.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Bidang (TKB) pada 27 November sampai 13 Desember 2013.
Pengumuman kelulusan CPNS bagi instasi yang hanya TKD pada minggu keempat November-minggu pertama Desember 2013.
Pengumuman hasil seleksi bagi instansi yang melaksanakan TKB pada minggu ketiga Desember.
Pemberkasan dan Penetapan NIP dilakukan mulai Minggu ketiga Desember sampai selesai.

Ratusan Ribu Lowongan di Luar Negeri untuk Perawat dan Fisioterapis

Peluang kerja lulusan tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di luar negeri terbuka lebar. Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat serta negara Asia lainnya membutuhkan pasokan ratusan ribu tenaga perawat serta fisioterapis. Namun, peluang itu lebih banyak diisi oleh Filipina dan Thailand.

Pakar fisioterapi Korea Byong Yong Hwang serta anggota Ikatan Fisioterapis Asia Pasifik Johanes Harjono mengungkapkan hal itu di Jakarta, kemarin.

Hwang mengungkapkan, di sejumlah negara maju, ketersediaan tenaga di sektor kesehatan terus menurun. Hal itu dipicu beberapa faktor, mulai dari kecilnya pertumbuhan penduduk serta meningkatnya usia harapan hidup yang memicu munculnya sejumlah masalah kesehatan. Kondisi tersebut tidak diimbangi dengan minat generasi muda di negara-negara tersebut untuk menggeluti sektor-sektor kesehatan.

Kondisi tersebut, kata Hwang, seharusnya segera diantisiapsi oleh Indonesia sebagai negara berkembang dengan sumber daya manusia yang melimpah. Pendidikan tenaga kesehatan seharusnya dipandang sebagai salah satu sektor yang prospektif. Menghasilkan tenaga kerja yang handal, bukan hanya siap bekerja di dalam negeri, namun juga memenuhi lowongan tenaga kesehatan di negara-negara maju.

“Sayangnya, belum semua universitas penyelenggara pendidikan kesehatan, yang mengelola sektor pendidikan ini dengan optimal. Padahal, kualifikasi yang dibutuhkan di luar negeri sangat tinggi, calon pekerja harus memiliki keterampilan sesuai perkembangan alat-alat modern,” kata Hwang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Harjono yang juga Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Fisioterapi Universitas Indonusa Esa Unggul. Ia mengungkapkan, lulusan tenaga kesehatan Indonesia kerap terbentur oleh kualifikasi pendidikan. Pihak luar negeri umumnya mensyaratkan tenaga kesehatan minimal izasah sarjana. Sementara di Indonesia, pendidikan keperawatan, kebidanan, serta fisioterapi lebih banyak berbentuk diploma.

Guna mengantisipasi hal itu, Harjono mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi dengan mempelopori pendidikan tenaga kesehatan dengan jenjang diploma empat setingkat sarjana. Namun, suplai tenaga kesehatan ke luar negeri kemudian terhambat dengan minimnya minat alumnus untuk meninggalkan Indonesia.

“Syaratnya memamg berat, harus menguasai Bahasa Inggris. Tapi, kalaupun mereka telah memnuhi kualifikasi itu, minat mereka untuk pergi ke luar negeri juga tidak tinggi. Masalahnya, di dalam negeri pun mereka belum kesulitan mencari kerja. Padahal, kalau ke luar negeri, pendapatnnya jelas berlipat dan bisa menjadi devisa negara,” kata Harjono.

Harjono menegaskan, kondisi itu kemudian diperparah dengan jumlah lulusan pendidikan kesehatan di Indonesia yang memang masih sangat minim. Pendidikan kesehatan belum dipandang sebagai jurusan yang menjanjikan. Alumnus SMA masih cenderung memilih jurusan-jurusan favorit yang konvensional semisal teknik, ekonomi serta hukum.

Salah satu faktor yang memicunya, kata Ketua Jurusan Fisioterapi Universitas Esa Unggul Sugijanto, adalah tingginya biaya kuliah. Kondisi itu dipicu oleh keharusan sekolah menyediakan alat-alat praktek yang masih diimpor dengan harga yang tidak murah.

“Kondisi perekonomian rakyat kita masih begini, ya dampaknya buat bersekolah terasa mahal. Sesudah lulus pun, kalau bekerja di Indonesia, gajinya kerap tidak seimbang dengan gaji yang diterima. Padahal, kalau mau bekerja di luar negeri, bisa sangat lumayan,” kata Sugijanto.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris mengungkapkan pihaknya mentargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja sektor formal di luar negeri. Saat ini rasio jumlah tenaga kerja 60 banding 40. 60% tenaga informal, baru sisanya 40% berasal dari sektor formal.

Binawan Group, perusahaan penyalur tenaga kerja formal ke luar negeri setiap tahunnya mengirim tak kirang 773 perawat ke Kuwait. Mereka sedikitnya mendapat gaji bulanan US$1.500 dengan tujuh jam kerja dan cuti 40 hari dalam setahun.

Selain Kuwait, permintaan tenaga kerja juga datang dari negara -negara maju semisal Amerika Serikat serta Eropa dan juga negara tetangga semisal Malaysia. Amerika Serikat sendiri mebutuhkan 250.000 tenaga kesehatan setiap tahunnya.